EKONOMI

Keberadaan Kas Titipan di Meulaboh Bukti Komitmen Bank Indonesia Mewujudkan Clean Money Policy

Meulaboh – Dalam rangka mendukung tugas dan fungsi Bank Indonesia di bidang Sistem Pembayaran Tunai, yaitu memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan layak edar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melaksanakan mandat tersebut salah satunya melalui penyelenggaraan Kas Titipan di Meulaboh, Senin (04/04/2022)

Secara historis, pada tahun 2017, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama BNI KC Meulaboh telah membuka layanan Kas Titipan bagi Perbankan di Meulaboh dan sekitarnya, Sebagai respon terhadap penerapan Qanun Lembanga Keuangan Syariah, BNI Meulaboh selaku bank pengelola mengajukan pengunduran diri dan penutupan Kas Titipan pada Agustus 2020. Berdasarkan hasil asesmen Bank Indonesia serta aspirasi dari Perbankan di Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya, tentu keberadaan Kas Titipan dinilai masih diperlukan dan diusulkan agar dapat dibuka kembali dengan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Meulaboh yang beralamat, Jln. Imam Bonjol No 1 sebagai Bank Pengelola.

Pembukaan kembali Kas Titipan Bank Indonesia di Meulaboh, turut hadir Sekda Kabupaten Aceh Barat, Jajaran Forkopimda, dan Pimpinan Perbankan di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Jaya.

Manager BSI Area Meulaboh, Abdul Azis S.W. menyampaikan, terima kasih kepada Bank Indonesia atas kepercayaannya kepada BSI sebagai Bank Pengelola Kas Titipan. Dengan hadirnya Kas Titipan tentu sangat membantu Perbankan dalam memenuhi kebutuhan uang sehingga biaya cash handling lebih efisien.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, T. Amir Hamzah, mengatakan, Pembukaan kembali Kas Titipan di Meulaboh merupakan komitmen Bank Indonesia dalam mewujudkan clean money policy.

Ada beberapa faktor yang mendorong urgensi pembukaan kembali Kas Titipan di wilayah Meulaboh antara lain proyeksi pertumbuhan ekonomi, tren peningkatan inflasi, karakteristik kebutuhan uang yang cenderung net outflow, serta kondisi geografis Kabupaten Aceh Barat yang terletak cukup jauh dari Ibukota Provinsi Aceh yaitu Kota Banda Aceh tempat keberadaan Kantor perwakilan Bank Indonesia, tegasnya.

Disisi lain Sekda Kabupaten Aceh Barat, Marhaban mengatakan, sangat mengapresiasi beroperasinya kembali Kas Titipan di awal bulan Ramadhan sehingga dapat memudahkan Perbankan dalam melayani kebutuhan uang masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya terutama dalam momentum menjelang hari raya Idul Fitri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Oops ! Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Meng-Copy Paste Contes di Situs Kami !